Kamis, 13 Juni 2024

Sempat berseteru Bennix VS Prof Rhenald Kasali, Tentang Pakaian Thrifting, Profesor Plin Plan

Beberapa waktu lalu, Multibagger Investor sekaligus Youtuber, Bennix sempat menanggapi video Profesor Rhenald Kasali mengenai bisnis thrifting impor. Dalam video Youtube pribadinya yang berjudul Profesor PLIN-PLAN Thrifting MENGHANCURKAN BANGSA! Tragedi BERDARAH Dunia Tekstil Indonesia, Bennix mengungkapkan kemarahannya dalam menyoroti bisnis thrifting impor. Selain itu, Bennix juga menyinggung Profesor Rhenald yang tidak tegas mengatakan bahwa thrifting impor itu salah dan menghancurkan Negara Indonesia yang kita cintai ini.

Sayangnya, tak sedikit warganet yang belum benar-benar memahami maksud Bennix tentang thrifting. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang masih membela thrifting. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami apa maksud Bennix dalam video tersebut agar tidak salah paham maupun menimbulkan kesalahpahaman. Dalam video terbarunya berjudul Menjawab KOMENTAR GURU GEMBUL !!! KLARIFIKASI Thrifting Prof Rhenald Kasali !!, Bennix kembali meluruskan tentang thrifting impor yang disalahpahami oleh sebagian orang.

Klarifikasi Bennix Tentang Thrifting Prof Rhenald Kasali

Source: Youtube Bennix

Bennix mengatakan bahwa bisnis thrifting atau jual beli barang bekas itu “tidak salah, dengan catatan barang tersebut bukanlah barang bekas impor”. Dalam artian, barang bekas yang dibeli itu berasal dari dalam negeri, bukan dari luar negeri. Seperti yang diketahui, bisnis thrifting impor adalah tindakan ilegal dan dilarang di Indonesia. Bahkan, Pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang yang melarang thrifting impor.

“Khusus untuk video kemarin terkait Rhenald Kasali, itu video tentang thrifting dan masih banyak orang yang saya baca di kolom komen membela apa salahnya segala macam. Gini ya, saya mau kasih tahu, yang namanya thrifting itu nggak salah. Kamu mau jual beli barang bekas itu nggak salah. Kamu mau beli barang bekas, Ya silakan. Kamu mau jual barang bekas, silakan.” ujar Bennix.

“Yang dilarang adalah kamu kalau jual beli barang bekas, barang yang kamu dapat itu dari impor. Impor barang bekas itu ilegal guys, dan ini udah diatur hukumnya melalui peraturan menteri perdagangan Nomor 40 Tahun 2022.” imbuhnya.

Larangan bisnis thrifting impor secara lengkap tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor dan Undang-Undangnya adalah Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Isinya mengatakan dengan secara jelas dan sangat gamblang bahwa impor pakaian bekas itu dilarang. Jadi sekarang saya mau bilang sama kamu secara undang-undang, secara hukum itu sudah dibilang tindakan yang ilegal. Jadi disini udah jelas itu bukan barang-barang yang kamu bisa bilang ini barang halal buat kamu jual. Kamu nggak bisa bilang begitu, Kenapa? sumbernya aja udah haram, namanya illegal, melanggar hukum!” jelas pria lulusan Sarjana Hukum tersebut.

Bisnis Thrifting Impor Terbukti Hancurkan Ekonomi Negara

Source: Youtube Bennix

Sebagai lulusan Sarjana Hukum, Bennix sangat berharap agar hukum bisa ditegakkan dengan tegas untuk masalah Thrifting ini. Menurutnya, thrifting impor itu sudah jelas-jela ilegal dan melanggar hukum di Indonesia, dan merugikan ekonomi dan rakyat indonesia secara lebih besar. Bennix mengatakan bahwa seharusnya kita tidak boleh membela para pengusaha importir barang Thrifting ini.

“Saya sebagai sarjana hukum berbicara bahwa yang namanya hukum harus ditegakkan. Kalau Undang-Undang aja udah bilang itu ilegal, kenapa kita jadi keblinger ngebelain pengusaha-pengusaha importir barang-barang bekas yang mau menjadikan Indonesia tempat sampah? Itu tidak masuk di akal teman-teman. Sekali lagi impor barang bekas itu ilegal, aturan hukumnya sudah jelas. Lalu hal yang paling menyedihkan banyak banget orang yang ngebelain yang kemarin,” ujar Bennix.

Bennix ingin membuka mata orang-orang agar memahami bahaya thrifting impor bagi perekonomian negara. Bukan omong kosong belaka, Bennix pun menunjukkan bukti jika thrifting dapat menghancurkan ekonomi negara. Berdasarkan data dari Jurnal Ekonomi Dunia yang ditulis oleh Garth Frazer, bisnis thrifting telah menghancurkan ekonomi negara Afrika.

“Kamu harus lihat di depan kamu ini adalah jurnal terkenal internasional ekonomi. Di Ekonomi Jurnal tahun 2008, di situ sudah dinyatakan dengan sangat jelas bahwa ketika dilakukan impor pakaian bekas, banyak orang sok baik, banyak orang jualan, banyak orang ngasih, bahkan ekspor pakaian bekas mereka negara-negara maju itu ke Afrika guys!” ujar Bennix sambil menunjukkan data dari Jurnal Ekonomi Dunia.

“Jadi Afrika itu di tahun 1980 sampai sekarang bahkan itu jadi surga pakaian bekas. Banyak negara-negara maju itu buang ke sana. Ada yang bentuknya donasi, ada yang bentuknya ngasih sampah atau bahkan jual, dan apa yang terjadi? Menurut jurnal ekonomi ini, ternyata dari tahun 1981 sampai tahun 2020, impor pakaian bekas ini sudah menghancurkan bisnis tekstil di negara-negara Afrika. Yang lebih parah, data menunjukkan lebih dari 50% tenaga kerja hilang dari sektor tekstil.” imbuhnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa dipahami bahwa jika masyarakat lebih memilih membeli barang bekas impor yang lebih murah dan bermerek daripada produk-produk dalam negeri, permintaan terhadap produk lokal akan menurun. Akibatnya, produsen dan perusahaan lokal akan menghadapi kesulitan dalam menjual produk mereka dan mempertahankan tingkat produksi yang sama. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan penutupan usaha dan pemutusan hubungan kerja tenaga-tenaga ahli yang berkontribusi banyak pada ekonomi negara Indonesia.

Alternatif Thrifting yang Tidak Melanggar Hukum dan Tidak Merusak Ekonomi Negara

Sumber gambar Tiktok @BrandedByVita dan Shopee Warnamu.com 

Ingin memiliki baju branded dengan harga yang terjangkau? Beli baju sisa ekspor solusinya. Berbeda dengan thrifting, membeli baju sisa ekspor jauh lebih menguntungkan. Selain harganya juga murah, pakaian sisa ekspor ini juga masih baru dan belum pernah dipakai orang sama sekali. Disamping itu, membeli baju sisa ekspor juga tidak melanggar hukum, membayar pajak, dan tidak berpotensi merusak ekonomi seperti yang terjadi pada thrifting impor.

“Beli barang sisa ekspor itu jauh lebih bermanfaat, Kenapa? karena pabriknya di Indonesia. Kamu tahu pabrik UNIQLO di mana? Ada di Indonesia, Bro!. Kamu tau pabrik Adidas di mana? Ada di Indonesia. Pabrik H&M ada di mana? Ada di Indonesia. Belilah barang sisa ekspor. Ya mungkin barangnya cacat-cacat dikit segala macam, mungkin benangnya ada keluar, tapi ketika kamu beli itu harganya udah pasti lebih murah.” ujar Bennix.

“Jadi kamu bisa menyalurkan hasrat drifting diskon mu itu. Pada saat yang sama, kamu juga bisa tetap dapat brandnya. Jadi kamu dapat dua-duanya, tapi yang paling penting kamu menjadi pahlawan dengan membeli barang produksi lokal itu. Walaupun dia bekas, walaupun dia barang sisa ekspor, itu sama-sama menghemat duit, dan sama-sama mendukung serapan tenaga kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan industri tekstil yang ada di Indonesia.” ujar Bennix.

Daripada membeli baju thrifting yang bekas dan tidak berkualitas, lebih baik kamu membeli baju sisa ekspor di toko-toko terpercaya seperti @BrandedByVita di Tiktok dan Warnamu.com di Shopee. Toko tersebut menjual pakaian sisa ekspor dengan berbagai model yang kekinian, sehingga cocok bagi kamu yang ingin tampil keren dan modis. Kamu tetap bisa bergaya dengan fashion yang trendi tanpa menguras kantong.

Tak perlu khawatir soal harga, karena toko @BrandedByVita di Tiktok dan Warnamu.com di Shopee menjual berbagai pakaian sisa ekspor dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan membeli pakaian di toko ini, kamu mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus. Ini termasuk pakaian yang berkualitas, pakaian dari brand ternama, dan pakaian kekinian dengan harga terjangkau. Yuk, follow @BrandedByVita di Tiktok dan Warnamu.com di Shopee sekarang dan miliki baju branded impianmu!

Array

Berita Terkait