Kamis, 13 Juni 2024

Menilik Arti Emoji Semangka untuk Palestina yang Ramai di Sosial Media

Belakangan ini, warganet ramai-ramai mengunggah emoji semangka di sosial media. Hal dilakukan untuk mendukung Palestina, yang saat ini tengah mengalami konflik dengan Israel. Bukan sekedar emoji, semangka memiliki makna yang mendalam bagi rakyat Palestina. Semangka tidak hanya sebatas makanan, tetapi juga menjadi simbol protes warga Palestina.

Penggunaan semangka sebagai simbol Palestina bukanlah sesuatu yang baru. Simbol ini pertama kali muncul sejak tahun 1960-an, ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza, dan mencaplok Yerusalem Timur. Pada saat itu, pemerintah Israel menjadikan pengibaran bendera Palestina di depan umum sebagai pelanggaran pidana di Gaza dan Tepi Barat.

Awal Mula Semangka Menjadi Simbol Protes Palestina

Photo by Pixabay

Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari yang terjadi antara Israel dan negara-negara tetangga termasuk Mesir, Suriah, dan Yordania, pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina di dalam perbatasannya untuk membatasi nasionalisme Palestina dan Arab. Larangan tersebut berlangsung hingga tahun 1993, ketika Perjanjian Oslo mengurangi pembatasan terhadap warga Palestina di Israel.

Jika diperhatikan, semangka memiliki kemiripan dengan bendera Palestina. Hal ini bisa dilihat dari irisan buah semangka yang berwarna merah cerah, warna kulitnya yang hijau dan putih, serta bintik-bintik bijinya yang hitam. Elemen-elemen tersebut mencerminkan warna-warna bendera Palestina. Buah ini juga digunakan dalam demonstrasi menentang pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza, di mana para pengunjuk rasa membawa irisan semangka sebagai pengganti bendera Palestina.

Penggunaan Emoji Semangka di Sosial Media

Vector from Pixabay

Berdasarkan hukum, Israel kini sudah tidak melarang bendera Palestina. Tetapi, sejumlah pemimpin terkemuka Israel menentang penggunaan bendera tersebut dalam konteks protes. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut kemunculan bendera pada protes sebagai “hasutan.”

Pada tahun ini, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memberikan wewenang kepada polisi dan Pasukan Pertahanan Israel untuk menghapus bendera tersebut: “Jika mereka menganggap ada ancaman terhadap ketertiban umum,” seperti dilaporkan oleh Al Jazeera. Dia juga mengatakan bahwa mengibarkan bendera Palestina dianggap sebagai dukungan terhadap terorisme.

Meskipun sebenarnya mengibarkan bendera Palestina diperbolehkan, tetapi banyak orang cenderung menggunakan istilah yang lebih halus dan simbolisme ketika berbicara tentang Palestina. Mereka melakukan hal tersebut agar tidak terkena sensor online atau dicap sebagai teroris, seperti yang dilakukan beberapa pengguna di Instagram saat ini.

 

Array

Berita Terkait