Kamis, 13 Juni 2024

Mengenal Sistem Dropship, Bisnis Online Menguntungkan Meski Tanpa Modal

Sebagian besar orang mungkin pernah mendengar tentang istilah dropship. Namun, hanya sedikit orang yang benar-benar memahami cara kerjanya. Padahal, dropship bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas seputar dropship dan bagaimana cara kerjanya.

Industri dropshipping sedang booming belakangan ini. Pada 2019, pasar dropshipping global bernilai $ 162,44 miliar. Penelitian ini juga memprediksi bahwa pasar dropshipping akan tumbuh sebesar 28,8% setiap tahunnya. Pada tahun 2025, pasar dropshipping diprediksi akan bernilai $557,9 miliar.

Dropship adalah sistem bisnis, dimana Anda hanya berperan sebagai perantara antara pembeli dan supplier. Bagaimana maksudnya? Sederhananya, Anda hanya bertugas memasarkan produk milik supplier. Jika ada yang membeli, Anda menghubungi dan meminta supplier mengirimkan produknya ke alamat pembeli atas nama Anda.

Memahami Sistem Dropship dalam Dunia Bisnis

Perlu diketahui, dropship merupakan model bisnisnya. Sedangkan, dropshipper merupakan pemasar yang menghubungkan supplier dan pembeli. Jadi, dropshipping adalah metode pemenuhan pesanan di mana produk dikirim langsung dari supplier ke pembeli tanpa ditangani oleh dropshipper (penjual).

Dropship dianggap sebagai sistem bisnis yang menguntungkan. Hal ini karena dropshipper tidak perlu stok barang, tidak harus memiliki modal, tidak repot melakukan pengemasan dan pengiriman barang, lebih hemat biaya, dan memungkinkan bisnis baru tumbuh dengan lebih cepat.

Sebagai contoh, Anda memilih sebuah produk seharga Rp 400.000 dari supplier. Kemudian, Anda mempromosikan produk tersebut seharga Rp 500.000 di sosial media. Tak lama, ada pembeli yang ingin membeli produk Anda. Dari sinilah, produk Anda terjual seharga Rp 500.000 dan Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100.000.

Selanjutnya, Anda mengirimkan rincian pesanan pembeli ke supplier dan membayar produk tersebut seharga Rp 400.000. Setelah itu, supplier mengemas dan mengirimkan produk itu kepada pembeli atas nama Anda. Berdasarkan contoh ini, tugas Anda hanya promosi saja, sedangkan pengemasan dan pengiriman sepenuhnya menjadi tanggung jawab supplier.

Tips Memulai Bisnis Dropshipping

Bisnis dropship menjadi pilihan bagi sebagian orang karena resikonya lebih rendah. Dengan dropship, Anda tidak perlu membuat dan memproduksi produk, menyimpan inventaris, mengemas, dan mengirimkan produk. Siap memulai bisnis dropshipping Anda sendiri? Berikut tipsnya!

1.Pilih Produk yang Akan Dijual

Hal pertama yang harus dilakukan ketika memulai bisnis dropshipping adalah memutuskan barang apa yang akan Anda jual. Mampu mengidentifikasi produk yang menguntungkan untuk dijual secara online merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh semua penjual online seperti dropshipper.

Meskipun menentukan produk yang tepat untuk dijual membutuhkan waktu dan penelitian yang ekstensif, jika dilakukan dengan benar tentu dapat membuat perbedaan besar bagi keberhasilan bisnis Anda. Dalam hal ini, Anda dapat meriset produk apa yang paling laris di pasaran dan berpotensi menguntungkan.

2.Cari Supplier yang Terpercaya

Keberhasilan dropshipping Anda tergantung pada efisiensi dan tanggung jawab supplier Anda. Banyak supplier di pasar yang mengklaim menawarkan layanan terbaik dan produk berkualitas tinggi. Namun, mengidentifikasi supplier untuk dropshipping yang terpercaya bukanlah hal mudah.

Memilih supplier yang salah dapat membuang-buang waktu Anda, mengakibatkan peningkatan keluhan pelanggan dan permintaan pengembalian. Semua itu dapat merusak citra merek Anda. Karena itulah, Anda harus menemukan supplier dropshipping yang andal dan terpercaya.

3.Kerja Sama dengan Beberapa Supplier

Memiliki akses ke banyak supplier bisa menjadi keuntungan besar bagi bisnis Anda. Mengapa? Karena memiliki banyak supplier dengan inventaris yang tumpang tindih adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasio pemenuhan pesanan Anda. Jika supplier A tidak memiliki stok barang, ada kemungkinan besar supplier B memilikinya.

Selain itu, sangat berisiko jika mengandalkan satu supplier sebagai satu-satunya tempat untuk mendapatkan produk Anda. Jika mereka memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Anda, mereka bisa saja menaikkan harga atau malah Anda yang keluar dari bisnis. Hal ini bisa berdampak buruk pada bisnis Anda.

4.Memesan Sampel

Sebagai dropshipper, Anda memang tidak diwajibkan melakukan stok barang, sehingga Anda mungkin tidak tahu aslinya produknya seperti apa. Karena tidak melihat produknya secara langsung, Anda tidak akan tahu bagaimana kualitas produknya. Masalah bisa saja muncul ketika Anda tidak yakin dengan kualitas produk yang Anda jual. 

Oleh sebab itu, Anda harus memesan sampel produk dari supplier. Memesan sampel bisa dibilang menjadi hal penting bagi dropshiper. Sampel dapat membantu Anda mengetahui seperti apa bentuk asli produk, bagaimana kualitas produk, dan apa keunggulan produk yang Anda jual.

Setelah memesan sampel, Anda dapat menggunakannya sendiri. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui perasaan apa yang akan dimiliki pelanggan Anda. Kemudian, Anda juga dapat memprediksi apa yang akan mereka keluhkan, dan membuat persiapan penuh untuk menyelesaikan keluhan tersebut sesuai dengan prediksi Anda.

Selain itu, ini juga dapat mengurangi pengembalian barang dan pengembalian uang. Tingkat pengembalian barang dan pengembalian uang akan merusak reputasi toko atau merek Anda. Seperti yang diketahui, reputasi yang baik sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan lebih banyak penjualan dan meningkatkan skala bisnis Anda.

Setelah menguji sampel sendiri, Anda akan memiliki keyakinan tentang kualitas produk Anda dan memastikan pelanggan dapat menerima apa yang mereka pesan dengan perasaan senang dan tanpa kecewa.

5.Promosikan Produk

Setelah menentukan produk apa yang ingin Anda jual dan supplier yang terpercaya, selanjutnya Anda bisa memulai untuk mempromosikan produk. Promosi produk menjadi salah satu cara supaya produk Anda cepat laku terjual. Dengan berkembangnya teknologi, promosi produk dapat dilakukan dalam berbagai cara.

Banyak cara mempromosikan produk mulai dari iklan berbayar di marketplace, memposting produk jualan secara gratis di sosial media, menaruh produk di blog dan website, menggunakan email marketing, dan lain-lain. Pilihlah metode promosi yang paling efektif dan efisien.

6.Bangun Brand Image

Membangun brand image yang kuat adalah tentang bertanggung jawab atas cara Anda dalam menampilkan diri. Dalam hal ini, Anda mampu meningkatkan reputasi Anda sebagai pemimpin dengan memperkuat posisi merek Anda di pasar. Lantas, bagaimana Anda bisa melakukannya?

Pada awalnya, Anda perlu memperhatikan apa yang membuat bisnis Anda unik, dan bagian mana yang akan membantu Anda memperkuat brand image Anda. Selanjutnya, Anda harus mulai membangun kepercayaan merek melalui brand image dan meningkatkan brand awareness (kesadaran merek).

Merek Anda adalah kepribadian perusahaan Anda. Jadi, Anda membutuhkan brand image yang kuat untuk meningkatkan nilai perusahaan Anda dan mengesankan pelanggan Anda.

Dropshipping memiliki banyak manfaat dan ini menjadi cara termudah untuk memulai perjalanan wirausaha Anda dengan biaya lebih murah, risiko lebih rendah, dan waktu lebih sedikit. Untuk meraih kesuksesan, Anda harus terus semangat dan jangan putus asa. Yakinlah bahwa Anda bisa sukses dengan bisnis yang saat ini sedang Anda jalani.

Array

Berita Terkait