Kamis, 13 Juni 2024

Hati-hati, Kenali 4 Ciri Laptop Terkena Virus yang Harus Diwaspadai

Di era digital seperti ini, virus komputer merupakan ancaman yang serius bagi pengguna laptop. Virus dapat merusak sistem operasi, mencuri data pribadi, atau bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada perangkat keras. Jadi, virus komputer adalah program perangkat lunak yang dirancang untuk menyebabkan gangguan, merusak, atau mengambil kendali atas sistem komputer tanpa izin pengguna. Biasanya ada ciri laptop terkena virus komputer. 

Virus komputer biasanya menyisipkan dirinya ke dalam file atau program yang ada di komputer. Ketika file atau program itu dijalankan, virus tersebut aktif dan menyebar ke bagian lain dari sistem. Oleh sebab itu, penting bagi pengguna untuk mengenali ciri-ciri laptop terkena virus agar dapat segera mengatasinya sebelum virus mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

Ciri Laptop Terkena Virus

Ada berbagai jenis virus komputer, termasuk virus yang menyebar melalui email, virus yang menyebar melalui jaringan, worm (program yang dapat menyebar sendiri tanpa bantuan pengguna), trojan (program yang menyamar sebagai program yang berguna tetapi sebenarnya memiliki tujuan jahat), ransomware (program yang mengenkripsi file dan meminta tebusan), dan banyak lagi.

Setiap jenis virus dapat memberikan berbagai dampak yang berbeda pada laptop. Yuk, cek beberapa ciri laptop yang terkena virus berikut ini:

1.Performa Laptop Jadi Lambat

Beberapa virus dapat mengonsumsi banyak sumber daya sistem seperti CPU, memori, dan ruang penyimpanan. Hal ini dapat membuat laptop bekerja lebih lambat karena sumber daya yang seharusnya digunakan untuk menjalankan program atau tugas lainnya sekarang digunakan oleh virus.

Selain itu, ada juga virus yang dapat melakukan aktivitas latar belakang di laptop tanpa sepengetahuan kamu. Virus bisa saja melakukan pemindaian sistem yang terus-menerus, mengirim data yang dicuri ke server jarak jauh, atau bahkan mencoba menyebarkan dirinya sendiri. Aktivitas-aktivitas ini dapat menghabiskan sumber daya sistem dan memperlambat kinerja laptop.

2.Banyak Pop-up Iklan yang Muncul

Virus yang dapat menyebabkan munculnya iklan sering disebut sebagai “adware” atau “malware iklan” (adware/malware). Setelah terinfeksi, adware akan memasang dirinya ke sistem komputer kamu dan mulai menampilkan iklan yang tidak diinginkan secara terus-menerus. Iklan-iklan tersebut mungkin muncul sebagai jendela pop-up yang tiba-tiba muncul di layar, atau dalam bentuk banner yang terus menerus muncul pada browser Anda.

Tujuan utama adware adalah menghasilkan pendapatan bagi pembuatnya dengan menampilkan iklan-iklan ini. Selain mengganggu pengalaman pengguna, iklan-iklan tersebut juga dapat mengarahkan pengguna ke situs web yang berbahaya atau menyebabkan pengunduhan program berbahaya lainnya.

3.Perubahan yang Tidak Diketahui pada File

Salah satu ciri laptop terkena virus adalah adanya perubahan yang tidak diketahui pada file atau program. Virus dapat mengubah ekstensi file yang ada di laptop kamu. Misalnya, file berekstensi .exe menjadi .bat atau .lnk. Hal ini dapat membuat file tidak dapat dijalankan atau dieksekusi seperti biasa. Virus juga dapat mengubah ukuran file. Misalnya, ukuran file yang seharusnya 1 MB berubah menjadi 0 byte atau ukuran yang tidak wajar. Perubahan ukuran file ini dapat menandakan bahwa isi file tersebut telah dimodifikasi oleh virus.

Selain itu, virus dapat menghapus file atau folder tanpa sepengetahuan kamu. Jika kamu menemukan bahwa beberapa file atau folder penting tiba-tiba hilang, ada kemungkinan laptop kamu terinfeksi virus. Terkadang virus dapat mengubah ikon file atau nama file. Misalnya, file berekstensi .txt memiliki ikon yang berbeda atau nama file yang terdistorsi. Perubahan ini dapat mengaburkan identitas file dan membuatnya sulit dikenali.

4.Harddisk Menjadi Penuh

Ciri laptop terkena virus selanjutnya adalah harddisk menjadi penuh. Virus dapat mempengaruhi file dan sistem operasi yang ada di hard disk, sehingga menghasilkan peningkatan penggunaan ruang penyimpanan yang tidak wajar. Perlu diketahui, ada virus yang dapat membuat salinan file yang ada di komputer kamu secara terus menerus. Ini akan menghabiskan ruang penyimpanan secara bertahap dan akhirnya membuat hardisk terlihat penuh.

Selain itu, ada juga virus yang dapat membuat file tersembunyi. Jenis virus ini dapat menyembunyikan file tambahan di hard disk. File ini mungkin tidak terlihat saat kamu menjelajah melalui direktori biasa, tetapi itu masih bisa memakan ruang penyimpanan. Akibat hal tersebut, harddisk menjadi penuh.

Selain yang disebutkan diatas, tentunya masih ada beberapa ciri laptop terkena virus lainnya. Ada beberapa cara mencegah laptop terinfeksi virus sekaligus menjaga laptop tetap aman, salah satunya seperti memperbarui perangkat lunak antivirus, menjaga sistem operasi dan perangkat lunak terbaru, serta menggunakan pengaturan keamanan yang tepat.

 

Array

Berita Terkait