Kamis, 13 Juni 2024

Apa itu Autentikasi Multi-Faktor (MFA)?

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang apa itu MFA. Selain itu, kita juga akan membahas beberapa manfaat menggunakan MFA.

Multi-factor authentication (MFA) adalah metode keamanan yang memerlukan lebih dari satu tahap verifikasi sebelum pengguna dapat mengakses akun atau sistem. Dalam bahasa Indonesia, MFA sering disebut Autentikasi Multi-Faktor. Selain dari kata sandi atau pin, MFA juga menggunakan beberapa metode verifikasi identitas yang berbeda untuk menguatkan tingkat keamanan.

MFA bertujuan untuk meningkatkan tingkat keamanan dengan menambahkan lapisan tambahan yang mempersulit upaya penyusup atau peretas untuk mengakses informasi atau sumber daya yang sensitif. Metode MFA mengkombinasikan setidaknya dua dari tiga faktor keamanan berikut:

  • Something You Know: Ini mencakup informasi rahasia yang hanya diketahui oleh pengguna, seperti kata sandi, PIN, atau pertanyaan keamanan. Ini menjadi faktor yang paling umum digunakan dalam metode otentikasi.
  • Something You Have: Ini melibatkan perangkat fisik atau token yang unik untuk pengguna. Misalnya, kartu akses, token otentikasi, atau kode yang dikirim ke perangkat seluler pengguna.
  • Something You Are: Ini melibatkan penggunaan karakteristik fisik unik pengguna untuk mengidentifikasi dan mengotorisasi akses. Contohnya mencakup pemindaian sidik jari, pemindaian iris mata, atau pemindaian wajah.

Dengan menggunakan lebih dari satu faktor, MFA meningkatkan keamanan dengan meminimalkan risiko kerentanannya. Misalnya, jika seseorang mencuri kata sandi (Something You Know), mereka masih akan kesulitan mengakses akun kamu jika MFA aktif. Hal ini karena mereka memerlukan akses ke perangkat fisik (Something You Have) atau fitur biometrik (Something You Are).

Manfaat Menggunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)

Setelah memahami apa itu Autentikasi Multi-Faktor (MFA), selanjutnya kita akan membahas tentang manfaat MFA. Ada beberapa manfaat MFA, salah satunya sebagai berikut ini:

1.Tingkat Keamanan yang Lebih Tinggi

Dengan MFA, serangan sederhana seperti pencurian atau menebak password menjadi kurang efektif. Tambahan faktor-faktor seperti token, kode yang dikirim melalui SMS atau email, atau pemindaian sidik jari juga akan mempersulit upaya hacker (peretas) untuk mendapatkan akses ilegal ke akun atau sistem.

2.Perlindungan Terhadap Pencurian Identitas

MFA membantu mencegah pencurian identitas dengan menambahkan lapisan keamanan tambahan. Bahkan jika seseorang berhasil mencuri password kamu, mereka masih harus melewati beberapa faktor lain untuk masuk ke akun kamu.

3.Keamanan Transaksi Finansial

Di dunia digital yang saling terhubung, banyak transaksi finansial yang dilakukan secara online. MFA dapat digunakan untuk melindungi rekening bank, layanan keuangan, atau transaksi pembayaran, sehingga mengurangi risiko akses tidak sah atau penipuan.

4.Kepatuhan Regulasi

Beberapa sektor industri, seperti perbankan dan kesehatan, diatur oleh undang-undang dan peraturan yang mengharuskan tingkat keamanan tertentu. MFA membantu perusahaan memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan tersebut.

5.Deteksi Aktivitas yang Mencurigakan

MFA juga dapat membantu mendeteksi aktivitas yang mencurigakan atau tidak biasa. Misalnya, jika seseorang mencoba masuk ke akun kamu dari lokasi atau perangkat yang tidak biasa, MFA dapat memberitahu kamu dan meminta konfirmasi tambahan sebelum memberikan akses masuk ke akun kamu.

6.Proteksi Terhadap Serangan Phishing

Serangan phishing adalah upaya hacker untuk memperoleh informasi sensitif dengan menyamar sebagai entitas terpercaya. MFA membantu melindungi akun dari serangan semacam itu karena peretas memerlukan lebih dari sekadar password untuk berhasil masuk.

Itulah penjelasan singkat tentang apa itu Autentikasi Multi-Faktor (MFA). Intinya, autentikasi Multi-Faktor (MFA) menjadi alat yang sangat efektif dalam menjaga keamanan akun dan sistem, mengurangi risiko kerentanan keamanan, serta melindungi data sensitif dari akses yang tidak sah.

Array

Berita Terkait