Kamis, 13 Juni 2024

8 Kekurangan dan Kelebihan Menjadi Freelancer

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman seputar dunia kerja freelancer onlineSaya mengawali karir saya sebagai freelancer sejak Januari 2018, tepatnya saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Bermodalkan laptop butut dan jadul, serta kuota internet yang pas-pasan, saya tetap berusaha untuk konsisten.

Di 5 bulan pertama, saya belum mendapatkan penghasilan. Awalnya saya sempat ingin menyerah, karena diremehkan seseorang yang mengatakan bahwa “tidak mungkin mendapatkan uang dari internet, karena disini belum pernah ada yang seperti itu.” Ya, wajar saja, saya memaklumi itu. Hal ini karena tidak banyak orang yang tahu tentang pekerjaan freelancer, terutama di lingkungan tempat tinggal saya, yang notabennya orang bekerja secara offline.

Setelah saya lulus sekolah pada Mei 2018, barulah saya semakin serius menekuni pekerjaan yang satu ini. Perjuangan saya akhirnya terbayar pada bulan Juni 2018. Saat itu, saya menerima gaji pertama saya dari internet. Setelah itu, saya mulai rutin mendapatkan penghasilan dan mulai mencoba berbagai pekerjaan freelance.

Tak terasa, kini sudah hampir 6 tahun saya menjadi freelancer dan mendapatkan banyak pengalaman. Mulai dari bekerja dengan platform media online, hingga bekerja di Startup (Perusahaan Rintisan) secara WFH (Work From Home).

Apa itu Freelancer?

Sebelum pada pembahasan kekurangan dan kelebihan menjadi freelancer, saya akan membahas tentang apa itu freelancer terlebih dahulu. Dalam bahasa Indonesia, freelancer juga bisa disebut sebagai pekerja lepas.

Freelacer adalah seseorang yang menyediakan jasa untuk berbagai klien atau perusahaan tanpa adanya kontrak pekerjaan jangka panjang. Freelacer bukan karyawan tetap suatu perusahaan. Oleh karena itu, freelancer bebas untuk menyelesaikan pekerjaan yang berbeda secara bersamaan oleh berbagai klien atau perusahaan, kecuali secara kontrak berkomitmen untuk bekerja secara eksklusif sampai proyek tertentu selesai.

Freelancer biasanya mengenakan tarif per jam, dibayar harian, atau per proyek tergantung pada ketentuan yang disepakati. Freelancer menghasilkan uang dari bekerja dengan banyak klien. Karena  tidak berkomitmen untuk bekerja di satu perusahaan saja, freelancer dapat bekerja dengan orang yang berbeda dari seluruh dunia. Ada banyak jenis pekerjaan freelance yang dapat dilakukan oleh individu dengan berbagai keahlian, salah satu contohnya seperti desain grafis, penulisan konten, pemrograman, penerjemahan, pemasaran digital, dan masih banyak lagi lainnya.

Kelebihan Menjadi Freelancer

Images by Pexels

Selama beberapa tahun menjadi freelancer, saya mendapatkan banyak pengalaman yang berharga. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berikut ini beberapa kelebihan menjadi freelancer:

1.Bisa Kerja Di Mana Saja

Sebenarnya, freelancer ada dua tipe. Yang pertama, full WFH. Yang kedua, harus datang ke kantor dalam jangka waktu tertentu. Karena kebanyakan perusahaan berada di luar kota, jadi saya memutuskan untuk hanya mencari pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan secara remote dan nggak perlu datang ke kantor. 

2.Jam Kerja Fleksibel

Selain nggak perlu datang ke kantor, enaknya jadi freelancer itu jam kerjanya fleksibel. Saya bisa bekerja kapan aja dan dimana aja kapanpun saya mau, yang penting pekerjaan saya sudah selesai sesuai deadline yang ditentukan. Saya bisa bekerja secara penuh atau paruh waktu pada proyek-proyek tertentu.

3.Relasi yang Lebih Luas

Meskipun di rumah saja, bukan berarti saya kehilangan koneksi dengan orang lain. Selama menjadi freelancer, saya justru merasa relasi saya semakin luas dengan orang-orang yang berkualitas. Saya bisa berkenalan dan bekerja dengan orang yang berada di luar kota, bahkan luar negeri. Saya bisa mengenal orang-orang dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda, serta mempelajari bagaimana cara mereka bekerja, dan menjalani hidup dengan lebih baik.

4.Kerja Sesuai Passion

Salah satu hal yang saya suka selama menjadi freelancer adalah saya bisa mengerjakan pekerjaan yang saya sukai. Saya mengawali karir freelancer saya sebagai content writer, kemudian mulai menjajal pekerjaan sebagai penulis novel online. Tak hanya sebatas menulis artikel dan novel, saya juga mencoba menjadi copywriter pemula. Saya belajar copywriting ketika saya bekerja di Startup yang bergerak di bidang digital marketing.

Bagi saya, menjadi copywriter lebih sulit dibandingkan menulis artikel dan novel. Hal ini karena saya harus membuat teks persuasif, yang dapat membujuk audiens untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Kasarnya sih, biar audiens jadi lebih tahu tentang produk atau jasa yang ditawarkan, tapi yang paling penting meningkatkan penjualan perusahaan.

Selain berkarir di dunia tulis-menulis, saya juga mencoba beberapa pekerjaan freelance lain, seperti Transcriber, Virtual Assistant, Word Evolution, Social Media Specialist, dan berbagai jenis pekerjaan freelance lainnya.

Kekurangan Menjadi Freelancer

Images by Pexels

Dibalik kelebihannya, pastilah ada kekurangan. Berdasarkan yang saya alami, berikut ini kekurangan menjadi freelancer:

1.Penghasilan Tidak Tetap

Orang yang bekerja di kantor atau tempat kerja tertentu secara full time, biasanya kan sudah pasti mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya. Berbeda dengan freelancer, penghasilan tidak tetap adalah kenyataan yang harus saya terima. Terkadang bisa mendapatkan penghasilan besar, tapi terkadang juga bisa dibawah UMR. Ini tergantung dari banyak atau sedikitnya proyek yang dikerjakan, serta gaji yang disepakati bersama dengan klien.

2.Persaingan Ketat dan Kompetitif

Sama seperti bekerja secara offline, bekerja secara online juga memiliki persaingan yang ketat dan kompetitif. Setiap ada lowongan pekerjaan, terlebih yang bisa dilakukan secara remote, pastilah ada banyak pelamar yang melamar pekerjaan tersebut. Saya hanya melamar pekerjaan yang saya yakin dapat mengerjakannya, serta saya sudah memenuhi syarat dan kualifikasinya. 

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk melamar pekerjaan freelance online, mulai dari CV, resume, hingga portofolio. Saya bisa melamar di banyak perusahaan sekaligus, tetapi tidak semua membuahkan hasil, bahkan ada yang semuanya ditolak. Tidak dikabari, email diabaikan, dan lain-lain sudah biasa saya terima. Disamping itu, saya yang hanya lulusan SMA merasa sulit bersaing dengan mereka yang lulusan sarjana. 

3.Negosiasi yang Tidak Selalu Berhasil

Selain penolakan, negosiasi yang tidak selalu berhasil juga sering saya alami, terutama dalam hal gaji. Sebagian klien ada yang tidak menjelaskan perihal gaji sedari awal, sehingga perlu negosiasi setelahnya. Ketidakcocokan gaji yang saya harapkan, serta yang klien tawarkan berakhir pada kegagalan proyek. Saya tidak jadi mengerjakan proyek tersebut, karena ketidakcocokan fee yang disepakati.

4.Rawan Penipuan

Dunia online itu penuh dengan ketidakjelasan, begitu juga dalam hal pekerjaan. Modal utama dalam pekerjaan online adalah kepercayaan antara freelancer dan klien. Karena tidak tatap muka secara langsung, penipuan bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, saya sangat berhati-hati dalam memilih pekerjaan, dan klien yang bekerja sama dengan saya.

Demikianlah, kekurangan dan kelebihan bekerja sebagai freelancer yang saya alami. Orang disekitar saya melihat bahwa pekerjaan saya adalah pekerjaan yang mudah, karena tidak perlu keluar rumah tapi bisa mendapatkan penghasilan. Namun, kenyataannya tidak seindah kelihatannya. Tidak ada pekerjaan yang benar-benar mudah dan menyenangkan, kecuali ketika sudah menikmati pekerjaan itu sendiri.

Array

Berita Terkait