Kamis, 13 Juni 2024

7 Fakta SATRIA-1, Satelit Internet Pertama Milik Indonesia

SATRIA-1 adalah satelit komunikasi yang dikembangkan oleh Indonesia. Nama “SATRIA” sendiri adalah singkatan dari “Satelit Republik Indonesia”. SATRIA-1 merupakan satelit pertama yang dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia untuk kepentingan komunikasi dan akan ditempatkan di orbit geostasioner.

Tujuan utama SATRIA-1 adalah untuk meningkatkan konektivitas internet di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil dan pedalaman. Daerah tersebut adalah daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur komunikasi konvensional. Satelit ini akan menyediakan layanan broadband berkecepatan tinggi untuk mendukung akses internet, telekomunikasi, e-government, pendidikan jarak jauh, dan berbagai aplikasi komunikasi lainnya.

Peluncuran Satelit SATRIA-1

Satelit Satria-1 sukses diluncurkan dari SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS), pada pukul 18.21 waktu Florida atau pukul 05.21 WIB menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX. Saat ini, satelit tersebut sedang dalam perjalanan menuju slot orbitnya di 146 derajat BT (Bujur Timur), yang berlokasi di atas wilayah Papua. Satelit ini membutuhkan waktu sekitar 36 menit untuk melakukan deploy setelah peluncuran.

“Teknologi satelit memungkinkan akselerasi penyediaan internet di desa-desa yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik, dalam 10 tahun ke depan,” ujar Plt. Menkominfo Mahfud MD sebelum peluncuran Satria-1, seperti yang dilansir dari laman Liputan6.com

Dengan adanya satelit multifungsi ini, internet akan lebih mudah diakses dan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kehadiran teknologi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di area layanan publik yang sebelumnya belum memiliki akses internet atau mengalami kualitas internet yang kurang memadai.

Fakta Satelit SATRIA-1

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki tantangan tersendiri dalam menghubungkan seluruh wilayahnya. Upaya untuk meningkatkan konektivitas dan mengatasi kesenjangan digital di seluruh nusantara telah mendorong pemerintah Indonesia untuk meluncurkan Satelit Republik Indonesia Pertama (SATRIA-1). Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang satelit ini yang akan membawa perubahan signifikan bagi masa depan Indonesia:

1.Inisiatif Pemerintah Indonesia

SATRIA-1 adalah inisiatif strategis dari pemerintah Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan konektivitas internet di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.

2.Kolaborasi dengan Industri

Proyek SATRIA-1 melibatkan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan industri swasta. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sebagai operator satelit dan Airbus Defence and Space sebagai penyedia satelit. Kolaborasi ini memungkinkan penggunaan teknologi terdepan untuk membangun satelit dengan kehandalan dan kualitas yang tinggi.

3.Penyediaan Layanan Internet Berkualitas

SATRIA-1 akan memungkinkan penyediaan layanan internet berkualitas ke seluruh Indonesia. Satelit ini memiliki kapasitas yang besar dengan daya tampung sebesar 150 Gbps. Dengan kemampuan ini, diharapkan dapat meningkatkan kecepatan internet dan mengurangi kesenjangan digital di wilayah-wilayah yang kurang terjangkau.

4.Teknologi High-Throughput Satellite (HTS)

SATRIA-1 menggunakan teknologi High-Throughput Satellite (HTS), yang memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan efisien. Dengan demikian, satelit ini dapat mengatasi masalah kecepatan dan keterbatasan kapasitas yang sering dihadapi oleh satelit konvensional.

5.Jangkauan yang Luas

SATRIA-1 dirancang untuk memberikan layanan internet ke seluruh Indonesia, termasuk wilayah pedalaman dan pulau-pulau terpencil. Satelit ini akan memberikan konektivitas yang lebih baik bagi penduduk di daerah terpencil, serta mendukung pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian di wilayah-wilayah tersebut.

6.Pengurangan Ketergantungan pada Satelit Asing

Dengan meluncurkan SATRIA-1, Indonesia berusaha mengurangi ketergantungannya pada satelit asing untuk layanan komunikasi dan internet. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan akan menghemat biaya dan memberikan kontrol yang lebih besar atas infrastruktur telekomunikasi negara.

7.Dukungan Pengembangan Industri Antariksa

Proyek SATRIA-1 juga memberikan dorongan bagi pengembangan industri antariksa di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan perusahaan asing seperti Airbus Defence and Space, Indonesia dapat memperoleh teknologi dan pengetahuan dalam membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit sendiri. Ini berpotensi membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapabilitas ilmu pengetahuan dan teknologi di negara ini.

Satelit SATRIA-1 menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan komunikasi dan konektivitas Indonesia. Dengan menyediakan akses internet yang lebih cepat dan berkualitas di seluruh wilayah, SATRIA-1 akan membantu mengurangi kesenjangan digital dan mendorong perkembangan ekonomi dan sosial di seluruh negeri.

 

Array

Berita Terkait