Kamis, 13 Juni 2024

5 Penyebab Orang Disukai Jin, Salah Satunya Karena Mengerjakan Amalan Ini

Pada dasarnya, manusia dan jin hidup berdampingan. Hanya saja, jin bisa melihat manusia, tetapi manusia tidak bisa melihat jin. Meskipun hidup di alam yang berbeda, tetapi jin juga bisa memiliki rasa cinta dengan manusia. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustadz Muhammad Faizar tentang jin yang dapat jatuh cinta dengan golongan manusia.

Dilansir dari laman Youtube Vertizone TV, Ustadz Muhammad Faizar menjelaskan tentang bagaimana jin bisa mencintai manusia, dan apa saja yang menyebabkan manusia dapat dicintai oleh makhluk halus ini. Ketika jin sudah cinta, maka dia akan terus mengganggu dan tidak membiarkan orang yang dicintainya memiliki pasangan dari golongan manusia. 

Penyebab Orang Disukai Jin yang Penting untuk Diketahui Setiap Muslim

Youtube/Vertizone TV

Ustadz Muhammad Faizar mengatakan bahwa orang yang dicintai oleh jin berada dalam bahaya. Hal ini karena orang yang disukai jin terkadang menunjukan sikap dan perilaku yang tidak masuk akal. Berikut ini beberapa penyebab mengapa orang bisa disukai jin yang penting untuk diketahui:

1.Jin Nasab

Images by Pixabay

Penyebab yang pertama orang bisa dicintai jin adalah faktor keturunan, atau jin nasab. Ustadz Muhammad Faizar mengatakan bahwa ini tidak hanya terjadi pada wanita saja, tetapi juga pada laki-laki. Tak hanya merasuki, jin nasab juga akan mengikuti anak cucu orang yang dicintainya.

“Sebab yang pertama karena faktor keturunan, jin nasab. Dia seakan-akan memiliki perjanjian antara dirinya dengan nenek moyang dari orang yang dia cintai. Karena ada perjanjian-perjanjian itu, akhirnya dia ngrasuk dan mengikuti anak cucu wanita biasanya.” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

“Ya laki-laki juga demikian, cuma seringnya wanita. Sehingga, diikuti terus menerus bahkan sampai dinikahi.” imbuhnya.

Ustadz Muhammad Faizar menceritakan bahwa dirinya pernah menangani sebuah kasus, dimana ada seorang remaja perempuan yang dicintai jin. Remaja tersebut pernah menghajar 3 orang laki-laki dan semuanya kalah. Setelah diruqyah, ternyata remaja itu memang disukai jin. Namun, karena masih terlalu muda dan belum waktunya, jin tersebut hanya menjaganya.

“Ketika diruqyah memang jinnya suka sama si wanita itu. Cuma karena belum masanya, jin itu enggak mau, belum sampai dikawini. Hanya dijaga karena ini bakal calon istriku, jangan ada yang berani-berani mendekat (menurut jin itu).” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

Ustadz Muhammad Faizar menjelaskan, biasanya faktor jin keturunan ini disebabkan karena adanya sesuatu yang pernah dipendam atau digantung di dalam rumah leluhurnya. Selain itu, kemungkinan juga ada pusaka atau cekelan-cekelan yang dulunya seringkali digunakan untuk ritual. Akhirnya, jin masuk pada orang tersebut.

2.Terkena Sihir

Images by Pixabay

Kedua, orang yang terkena sihir selama bertahun-tahun dapat dicintai oleh jin. Hal ini membuat jin merasa jatuh cinta dan nyaman berada di dalam tubuh orang yang terkena sihir tersebut. Ustadz Muhammad Faizar mengatakan, jatuh cintanya jin itu berbeda dengan jatuh cintanya manusia. Jin jatuh cinta bukan karena sayang, tetapi karena ingin menjajah.

“Jatuh cintanya jin sama manusia itu bukan karena semata-mata rasa sayang. Jatuh cintanya mereka (jin) itu berlaku atau bertindak memposisikan dirinya seperti hama. Karena mereka merasa nyaman udah ada tempat tinggal di tubuh manusia tersebut. Mereka makan enak, tidur enak. Kemudian dapat perlakuan yang berbeda, minta apa-apa dituruti keluarganya, akhirnya mereka jatuh cinta sama orang tersebut.” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

“Kalau keluar bingung mereka, udah enggak ada inangnya. Ini termasuk jin asyik (jin yang jatuh cinta dengan manusia) atau jin bucin. Mereka suka semata-mata bukan karena rasa sayang, tapi memang ingin menjajah.” imbuhnya.

3.Amalan Bid’ah dan Ilmu Sesat

Images by Pixabay

Berhati-hatilah dalam mengerjakan amalan dan mengambil ilmu, terutama ilmu yang sering tersebar di sosial media. Pastikan ilmu yang kamu dapat dan amalan yang kamu kerjakan sudah sesuai tuntunan Nabi Muhammad, dan bukan bid’ah. Jangan sampai amalan yang kita kerjakan malah tertolak, dan bahkan menjadi boomerang bagi diri sendiri. Banyak hadis yang menerangkan tentang bahaya mengerjakan bid’ah, salah satunya sebagai berikut ini:

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Tak hanya mendapatkan dosa dan diancam neraka, pelaku bid’ah juga dapat terkena dampak yang bisa dirasakan di dunia yaitu dicintai jin. Ustadz Muhammad Faizar mengatakan bahwa amalan-amalan bid’ah dan ilmu sesat menjadi salah satu hal yang menyebabkan seseorang bisa disukai oleh jin.

“Contoh amalan-amalan bid’ah yang sering mengundang jin tersebut (adalah) puasa-puasa yang tidak disunnahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan juga beberapa gerakan-gerakan tertentu dan bacaan-bacaan tertentu yang disertai dengan ritual-ritual magis lainnya,” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

“Seperti yang pernah saya bacakan dari kitab Syamsul Ma’arif Kubro: Kalau kamu pengen mendapatkan ikhwan dari bangsa jin baca Al-Ikhlas sekian ribu kali sambil berpuasa. Puasa dimulai dari hari ini sampai hari itu. Puasa yang kalau buka tanpa boleh memakan makanan yang memiliki ruh bersifat hewani, telur pun enggak boleh, ikan enggak boleh,” ungkapnya.

“Yang salah bukan surat Al-Ikhlas-nya, bukan Asmaul Husnah-nya, tapi amalan-amalan yang mendukung itu. Ketika jin itu terundang, merasa orang-orang ini berniat untuk mengajak, mengadakan kerja sama, akhirnya ya (jin) jatuh cinta betulan dengan orang itu.” imbuhnya.

4.Iba Kepada Manusia

Images by Pixabay

Ternyata jin juga bisa merasakan iba kepada manusia. Karena merasa kasihan, jin pun mengikuti orang tersebut. Kemudian, jin mengajarkan ilmu-ilmu yang diluar nalar atau tidak masuk akal bagi manusia. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustadz Muhammad Faizar:

“Jin itu sama seperti kita. Kalau lihat anak kecil kok kasihan banget ya, udah ditinggal orang tuanya, entah itu meninggal atau mungkin ditinggal orang tuanya merantau. Ada jin yang kadang iba sama anak-anak tersebut, sehingga dia akan mengajarkan cara-cara meraga sukma.” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

“Diambil sukmanya, dipertemukan di alam mimpi, sehingga anak tersebut bisa memeluk ayah atau bundanya yang ada di perantauan sana. Karena mungkin dia tinggal di kampung dengan mbahnya atau dengan bibinya atau siapa. Akhirnya diikuti sama jin karena jinnya merasa kasihan. Akhirnya dibikin bisa ilmu-ilmu yang diluar nalar manusia,” imbuhnya.

5.Tidak Membaca Doa Saat Membuka Baju

Images by Pixabay

Dalam video yang diunggah di laman youtube Vertizone TV, Ustadz Muhammad Faizar menyebut ini dengan sebutan cinta lokasi. Hal ini terjadi ketika seseorang melepas pakaian tanpa mengucapkan doa, serta masuk ke kamar mandi tanpa menjaga adab-adabnya. Ada baiknya membaca bismillah saat melepas pakaian atau masuk ke dalam kamar mandi.

“Selanjutnya cinta lokasi. Cinta lokasi ini kan bisa terjadi karena lepas baju tanpa mengucapkan doa, masuk kamar mandi tidak menjaga adab-adabnya. Akhirnya jin itu jatuh cinta sama orang tersebut. Ingat, apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hak dan benar.” ujar Ustadz Muhammad Faizar.

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa agar aurat kita tidak dilihat oleh jin, maka kita harus membaca bismillah saat melepas pakaian. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hijab (tabir/penutup) antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca : Bismillah.” (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar, no. 37).

Begitu juga saat kita hendak ke kamar mandi, maka kita dianjurkan untuk membaca bismilah. Para ulama mengatakan, dianjurkan membaca basmalah ini, baik ketika buang air di dalam bangunan atau di luar rumah. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hijab (tabir/penutup) antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang masuk kamar mandi, dia membaca:bismillah. (HR. Tirmidzi 606, dan dishahihkan al-Albani).

Demikian penjelasan singkat tentang penyebab seseorang bisa disukai oleh jin. Agar tidak disukai jin, sangat penting bagi kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Disamping itu, kita juga harus memohon agar Allah Subhanahu wa ta’ala selalu melindungi kita dari segala macam bahaya dan hal-hal buruk, baik dari golongan manusia maupun dari golongan jin kafir.

Array

Berita Terkait